Senin, 16 April 2018 – 01.50 AM
L O V E
R
Maafkan hati yang tak bisa memilih
dengan siapa ia ingin mencinta
THEY
Terima kasih untuk hati yang kini
mulai membuka ruang untuk orang lain meski dalam kondisi yang tak seharusnya.
***
16 April 2018 merupakan hari dimana ku tuangkan semua isi hatiku kedalam
selembar kertas, tanpa ragu ku ceritakan semuanya. Kuceritakan semua hal yang
sebenarnya tak perlu diketahui orang lain.
Namun tidak untukku, diriku harus membagi segalanya. Adakah solusi untuk
ini semua atau tidak, diriku tak peduli lagi.
***
Malam ini telah ku akui bahwa benar ku menginginkannya, meski tak tau
bagaimana dengan dirinya. Adakah rasa atau tidak sama sekali. Namun satu hal
yang pasti ini semua salah. Tak seharusnya ku menginginkan dirinya.
Dia,
adalah
mantan kekasih temanku
adalah
sahabat orang yang kini dekat denganku
adalah orang
yang mungkin sebenarnya tak mengiginkanku
adalah orang
yang ku khawatirkan jika kucintai
dan Dia
adalah zona nyamanku
Apapun kata orang tentangnya entah
mengapa tetap saja hatiku menginginkannya.
***
Banyak yang berkata:
Hati tak pernah salah
Perasaan tak pernah salah
Mencinta pun tak salah
***
Dan kini tlah ku putuskan untuk
tetap bersikap normal, bersikap seolah –
olah tak ada yang terjadi. Meski kusadari ini tak semudah mengerjakan tugas
mata kuliah dari dosen super killer.
Kan ku mulai semua ini dengan
mengurangi untuk berinteraksi dengannya. Mencari kesibukan berharap dapat
sedikit menguras waktu untuk mengingat tentangnya.
###
Tlah banyak waktu yang berlalu namun
tetap saja tak bisa ku hilangkan rasa itu. Rasa yang sampai saat ini salah menurutku,
bahkan sering ku katakakan diriku bodoh tlah menyukainya.
Selalu ku keluhkan tentang dirinya,
tentang diriku yang menyukainya. Ada yang berkata “lupakan jika tak ingin sakit
lebih dalam lagi”. Sudah ku coba berbagai cara untuk melupakannya namun tetap
saja ada hal yang membawaku kepadanya, ada hal yang membuatku mengingatnya, ada
hal yang membuat fikiranku melayang ke dirinya. Padahal tlah kutanamkan dalam
diriku untuk memilih melupakannya meski sakit daripada harus merusak hubunganku
dengan teman - temanku.